Ia juga menekankan bahwa para lansia memiliki peran strategis dalam keluarga sebagai teladan bagi generasi penerus.
“Lansia harus tetap menjadi soko guru bagi anak-anaknya, memberikan contoh serta pendidikan yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, H. Aang Subhanuddin, S.H.I.,M.H.,turut mengapresiasi pelaksanaan Pesantren Lansia di Vila Quran yang disebutnya sebagai program perdana di Kabupaten Kuningan.“Kegiatan ini sangat luar biasa dan baru pertama kali ada di Kuningan. Biasanya pembinaan keagamaan lebih banyak menyasar usia dini atau melalui majelis taklim. Namun konsep pesantren khusus lansia seperti ini masih sangat jarang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Vila Quran telah memiliki izin operasional sebagai pesantren, sehingga memiliki legalitas yang kuat dalam mengembangkan berbagai program pendidikan keagamaan, termasuk bagi lansia.
Ke depan, pihaknya bersama pemerintah daerah akan menjalin sinergi untuk merumuskan pengembangan program serupa agar dapat diterapkan di berbagai wilayah lainnya.
“Ini bisa menjadi inspirasi bagi pesantren lain. Selain itu, biayanya juga sangat terjangkau. Dengan Rp100 ribu, peserta bisa mengikuti kegiatan selama tiga hari lengkap dengan fasilitas menginap dan konsumsi. Ini menjadi nilai lebih sekaligus investasi sosial yang luar biasa,” jelasnya.
Program Pesantren Lansia di Vila Quran diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan pendidikan sepanjang hayat, sekaligus memperkuat peran lansia sebagai pilar moral dalam keluarga dan masyarakat. (Heryanto)


















