Ia mencontohkan, anak yang memiliki bakat sepak bola semestinya dapat memilih sekolah yang mempunyai pembinaan sepak bola. Dengan demikian, pilihan sekolah dapat disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik.
“Sekolah itu nanti bukan hanya sekolah zonasi, tetapi sekolah tujuan. Anak bisa memilih sesuai bakat dan minatnya,” katanya.
Konsep Pesona juga dinilai memiliki potensi dikembangkan secara berjenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA dan SMK, sehingga masyarakat memiliki akses informasi pendidikan yang lebih luas.
Branding untuk Kembalikan Kepercayaan
Surya mengatakan, penguatan branding menjadi penting bagi sekolah negeri di tengah persaingan dengan sekolah swasta. Menurutnya, masyarakat kini semakin mempertimbangkan kualitas dan keunggulan sekolah ketika menentukan pendidikan anak.
Karena itu, sekolah negeri dituntut mampu menunjukkan keunggulannya secara terbuka dan konsisten.
“Kalau kita tidak berbuat, sekolah negeri bisa ditinggalkan. Masyarakat sekarang mencari tempat terbaik untuk anaknya. Karena itu sekolah negeri harus mampu menunjukkan brand dan keunggulannya,” ungkapnya.
Ia mengakui, sejumlah sekolah sebenarnya telah memiliki berbagai program dan keunggulan. Namun, belum semuanya dikemas sebagai identitas yang kuat dan dikomunikasikan kepada masyarakat.
“Sekolah sebenarnya sudah melakukan. Hanya belum dikuatkan dan belum dibuat menjadi komitmen bersama,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya terus mendorong kepala sekolah untuk aktif memperbarui informasi sekolah dalam Pesona SD.
“Program ini bukan kebutuhan saya. Ini kebutuhan teman-teman, kebutuhan sekolah dan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Surya optimistis Pesona SD akan berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Dengan data sekolah yang semakin lengkap dan branding yang semakin kuat, masyarakat diharapkan tidak lagi memilih sekolah semata-mata karena kedekatan lokasi, tetapi berdasarkan potensi, karakter, program dan keunggulan yang benar-benar dibutuhkan anak.
Dengan demikian, setiap sekolah memiliki kesempatan menjadi sekolah pilihan sekaligus ruang tumbuh bagi peserta didik sesuai bakat dan potensinya.(Heryanto)

















