“Harapannya tentu apa yang menjadi kebutuhan atau aspirasi masyarakat bisa terwujud. Namun, tentu harus berdasarkan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Di sisi lain, momentum reses juga menjadi kesempatan bagi dirinya untuk mempererat hubungan dengan kader dan masyarakat. Ia menilai komunikasi yang terbangun secara langsung akan memudahkan dalam memahami kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kedekatan antara wakil rakyat dengan konstituennya.
“Yang jelas, kami merasa bahagia dan bersyukur jika bisa ikut membahagiakan masyarakat, sekecil apa pun manfaat yang bisa diberikan,” tutur Titi.
Ia berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang dihadapi. Menurutnya, keterbukaan komunikasi menjadi bagian penting agar kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
Bagi Titi, reses bukan sekadar agenda rutin legislatif, tetapi menjadi ruang untuk memastikan suara masyarakat dari tingkat bawah tetap hadir dalam pembahasan dan pengambilan kebijakan di DPRD Kabupaten Kuningan. (Heryanto)

















