Untuk tahun 2026, revitalisasi telah berjalan di 55 sekolah dengan nilai sekitar Rp45 miliar. Selain itu, terdapat sejumlah sekolah lain yang sedang memasuki tahapan proses dan verifikasi.
Disdikbud juga terus melakukan pembenahan data sekolah sebagai bagian penting agar sekolah yang telah mendapatkan alokasi dapat memenuhi persyaratan program pemerintah pusat.
Sementara untuk 2027, sebanyak 386 SD di Kabupaten Kuningan disebut telah mendapatkan alokasi dalam APBN dan saat ini tengah dipersiapkan melalui pembenahan data. Data tersebut akan memasuki cut-off pada 31 Oktober 2026.
Surya optimistis program revitalisasi akan terus berlanjut hingga seluruh sekolah di Kuningan mendapatkan kesempatan untuk diperbaiki secara bertahap.
Dari total sekitar 557 SD di Kabupaten Kuningan, program revitalisasi yang berjalan pada 2026 dan alokasi 2027 disebut akan semakin memperkecil jumlah sekolah yang belum tersentuh program tersebut.
“Harapan kita sekolah-sekolah di Kuningan semakin bagus, sehingga kenyamanan dan keamanan anak-anak dalam belajar bisa terjamin,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah tetap kuat dan bertanggung jawab dalam menjalankan program. Jika terdapat persoalan di lapangan, komunikasi dengan pihak terkait dinilai lebih penting agar program tetap berjalan baik.
“Sekolah itu untuk anak cucu kita. Ketika ada bantuan pemerintah, tinggal kita laksanakan dengan amanah dan menjaga kondusivitas. Kalau ada hal yang perlu dikomunikasikan, sampaikan dan saling mengingatkan,” pungkasnya.(Heryanto)

















