Sekolah juga pernah berpartisipasi dalam pameran seni tradisional tingkat provinsi. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan kesenian daerah sejak dini.
Menurut Elis, kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam pendidikan karena setiap siswa mempunyai kemampuan dan potensi yang berbeda. Karena itu, sekolah berupaya memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Kepercayaan masyarakat juga tercermin dari jumlah peserta didik yang tercatat konsisten berada di atas 250 siswa setiap tahunnya.
Digital Mulai Dikembangkan
Mengikuti perkembangan teknologi, SDN 1 Haurkuning mulai memanfaatkan perangkat televisi pintar atau smart TV dari bantuan pemerintah untuk mendukung pembelajaran digital.
Kehadiran perangkat tersebut memberikan alternatif bagi guru dalam menyampaikan materi secara lebih menarik dan variatif. Namun, jumlah perangkat yang masih terbatas membuat penggunaannya harus dilakukan secara bergiliran antarkelas setiap pekan, baik untuk kelas rendah maupun kelas tinggi.
Meski menghadapi keterbatasan, pihak sekolah tetap berupaya memaksimalkan fasilitas yang ada agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Berharap Dukungan Sarana dan Prasarana
Di tengah berbagai program yang dijalankan, Elis berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, dunia usaha, donatur, dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Sejumlah fasilitas yang masih memerlukan6 perhatian di antaranya peralatan olahraga, alat musik angklung, perangkat degung, serta perlengkapan pembelajaran lainnya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran mengharuskan sekolah mengatur penggunaan dana secara cermat agar kebutuhan operasional dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal.
Karena itu, partisipasi berbagai pihak dinilai penting untuk membantu sekolah mengembangkan potensi peserta didik tanpa sepenuhnya bergantung pada dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Elis turut mengapresiasi perhatian tokoh masyarakat, termasuk Andi Gani Nena Wea, terhadap pengembangan lingkungan pendidikan. Salah satu upaya yang tengah diproses adalah pembuatan taman baca di depan sekolah.
Keberadaan taman baca tersebut diharapkan dapat menjadi ruang alternatif bagi siswa untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta membangun kebiasaan positif dalam mengakses pengetahuan.
Melalui penguatan karakter, pembinaan keagamaan, pengembangan seni tradisional, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan fasilitas belajar, SDN 1 Haurkuning berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
Sekolah berharap upaya tersebut dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, kreatif, berprestasi, peduli lingkungan, dan bangga terhadap budaya daerah.(Heryanto)

















