Sambutan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar yang dibacakan Wakil Bupati Tuti Andriani menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wahana pembinaan untuk melahirkan generasi Qurani yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati juga meminta LPTQ di tingkat kabupaten maupun kecamatan terus memperkuat pembinaan qari, qariah, hafiz, dan hafizah agar mampu mengharumkan nama Kabupaten Kuningan pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat hingga tingkat nasional.
Kepada para juara, pemerintah daerah berpesan agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat berpuas diri. Sementara peserta yang belum berhasil diminta tetap semangat berlatih dan menjadikan MTQ sebagai motivasi untuk meraih prestasi pada kesempatan mendatang.
Usai penutupan, Wakil Bupati Tuti Andriani mengapresiasi kerja keras panitia, dewan hakim, serta seluruh peserta yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-50. Menurutnya, semangat mencintai Al-Qur’an harus terus dipupuk melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Camat Sindangagung Devi Ardeni, S.STP., M.Si. mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ sekaligus keberhasilan Kecamatan Sindangagung meraih gelar juara umum.
“Alhamdulillah MTQ ke-50 berjalan lancar dan Sindangagung dipercaya menjadi juara umum. Ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus bukti bahwa pembinaan generasi Qurani yang dilakukan secara berkelanjutan membuahkan hasil. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas qari dan qariah di masa mendatang,” ujarnya.
Keberhasilan Sindangagung menjadi Juara Umum MTQ ke-50 diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh kecamatan di Kabupaten Kuningan untuk semakin meningkatkan pembinaan generasi Qurani, sehingga mampu melahirkan kafilah-kafilah terbaik yang mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.(Heryanto)


















