Untuk mewujudkan target tersebut, kepengurusan baru akan mendorong pembinaan secara berkelanjutan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi pencak silat, dan masyarakat.
Sunarto juga menyampaikan penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi perkembangan paguron, yakni almarhum Abah Ketib Muhyi selaku pendiri Paguron Pencak Silat Sinar Medal, almarhum Abah Kiai Emod selaku pendiri sekaligus Guru Besar Paguron Pusaka Rundayan Sinar Medal, serta almarhum Drs. Diding, M.Ag., yang pernah menjabat Ketua Umum.
Menurutnya, jasa dan perjuangan para pendahulu harus menjadi pijakan bagi pengurus saat ini untuk menjaga kesinambungan organisasi serta mewariskan tradisi pencak silat kepada generasi berikutnya.
Ia pun mengajak seluruh pengurus dan anggota menjadikan prinsip Sunda silih asah, silih asih, silih asuh sebagai landasan dalam menjaga kekompakan, mempererat persaudaraan, dan membangun keharmonisan keluarga besar paguron.
“Dengan kebersamaan, kita lestarikan pencak silat, kita jaga persaudaraan, dan kita bangun generasi muda yang berakhlak mulia, berprestasi, serta mencintai budaya bangsa,” pungkasnya.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi titik penguatan Paguron Pusaka Rundayan Sinar Medal, tidak hanya dalam menjaga warisan budaya pencak silat, tetapi juga dalam membina karakter generasi muda dan mencetak pesilat berprestasi dari Kabupaten Kuningan.(Heryanto)

















