Laporan diterima pukul 09.27 WIB. Enam menit kemudian, petugas Damkar Regu 3 berangkat menuju lokasi menggunakan satu unit kendaraan pancar. Petugas tiba di lokasi pukul 09.43 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan selama kurang lebih 22 menit hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 10.05 WIB.
Beruntung, seluruh penghuni rumah yang berjumlah lima orang berhasil selamat. Namun, kobaran api meninggalkan luka mendalam bagi keluarga sederhana tersebut.
Bangunan rumah permanen berukuran sekitar 6 x 11 meter mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah barang berharga ikut hangus terbakar, di antaranya televisi, dua lemari bufet, tempat tidur kayu, hingga telepon genggam.
Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Selain kerugian materi, peristiwa itu juga meninggalkan trauma dan kepanikan bagi warga sekitar, terlebih lokasi rumah berada di pemukiman padat penduduk sehingga api dikhawatirkan merembet ke rumah lainnya.
Proses pemadaman turut dibantu anggota Polsek Kramatmulya, Babinsa Desa Gereba, pemerintah desa, anggota BKO Kecamatan Kramatmulya, petugas PLN, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu menyelamatkan lingkungan sekitar dari amukan api.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama akibat instalasi listrik yang tidak standar, penggunaan colokan bertumpuk, maupun kelalaian penggunaan api di rumah tangga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musibah bisa datang kapan saja. Di balik kobaran api yang menghanguskan bangunan, tersimpan kesedihan sebuah keluarga kecil yang kini harus kembali menata hidup dari puing-puing yang tersisa.(Heryanto)


















