Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Milangkala Tatar Sunda 2026 di Cirebon Berlangsung Meriah, Dedi Mulyadi Sebut Cirebon Miniatur Pluralisme Indonesia

14
×

Milangkala Tatar Sunda 2026 di Cirebon Berlangsung Meriah, Dedi Mulyadi Sebut Cirebon Miniatur Pluralisme Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU ||| KOTA CIREBON – Kota Cirebon sukses menjadi tuan rumah Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026 yang berlangsung meriah pada Minggu malam (10/5/2026). Ribuan warga memadati jalur heritage untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan berbagai kesenian khas dari sejumlah daerah di Jawa Barat.

Kirab budaya tersebut menempuh rute sekitar 2,1 kilometer dengan melintasi Jalan Pasuketan, Jalan Petratean, Jalan Pulasaren, Jalan Aryodinoto hingga berakhir di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang telah berlangsung sejak 2 Mei 2026 dan menjadikan Kota Cirebon sebagai kota kedelapan pelaksanaan kegiatan budaya tersebut.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Sebanyak 27 kelompok seni dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat turut ambil bagian dalam kirab budaya yang berlangsung semarak dan mendapat sambutan antusias masyarakat.

Baca Juga :  Kapolsek Majalengka Jadi Pemateri MPLS di Ponpes Tahfidz Imam Bukhari, Tanamkan Nilai Disiplin dan Anti Narkoba Sejak Dini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya sekadar mengenang sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi penghubung antara nilai sejarah dan masa depan masyarakat Sunda.

“Hal yang utama bukan hanya membangun cerita masa lalu, tetapi bagaimana masa lalu dan masa depan bisa saling terhubung. Banyak orang bicara masa depan tapi tidak memahami sejarah, sebaliknya ada yang hanya melihat masa lalu tanpa memikirkan masa depan,” ujarnya.

Menurut Dedi, Kota Cirebon memiliki nilai keterbukaan yang tinggi dalam memadukan sejarah, budaya, dan kehidupan beragama. Ia bahkan menyebut Cirebon sebagai miniatur pluralisme Indonesia.

“Di Cirebon tidak pernah terdengar kalimat mengkafirkan. Cirebon terbuka terhadap pemahaman agama, sejarah, dan alam. Cirebon adalah miniatur pluralisme Indonesia dan mengajarkan Islam yang inklusif,” tuturnya.

Dedi juga menilai Cirebon memiliki kekayaan peradaban yang masih terjaga, mulai dari tradisi Adzan Pitu hingga keberadaan Masjid Sang Cipta Rasa yang sarat nilai sejarah.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Kempek Tingkatkan Pelayanan Masyarakat Lewat Pembangunan Ruang Publik Baru

“Di sini saya menemukan sebuah peradaban yang ingin kembali dibangun dan dirawat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi mengajak Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon untuk bersama-sama menata kawasan heritage dan lingkungan kota agar semakin nyaman dan menarik. Ia mengungkapkan rencana pembangunan kawasan pelataran Caruban pada tahun depan, termasuk penataan kebersihan kota dan kawasan sungai.

“Kalau keraton tertata rapi, jalannya bersih, trotoarnya indah, sungainya jernih, maka masyarakat Cirebon akan menjadi masyarakat yang bermartabat,” tegasnya.

Selain itu, Dedi menegaskan anggaran daerah harus difokuskan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyatakan komitmennya terhadap pembangunan kawasan keraton di Cirebon.

“Saya bertanggung jawab untuk pembangunan kawasan keraton di Cirebon ke depan, dengan catatan semuanya harus dijaga dan dirawat, bukan dijual,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyebut ditunjuknya Kota Cirebon sebagai tuan rumah Milangkala Tatar Sunda menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Cirebon.

Baca Juga :  Dandim 0617/Majalengka Laksanakan Kunjungan Kerja ke Koramil 1707/Lemahsugih

“Kami bersama seluruh masyarakat Kota Cirebon ingin terus membangun, menata, dan memperbaiki Kota Cirebon ke arah yang lebih baik,” katanya.

Effendi Edo juga menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait infrastruktur seperti jalan rusak dan banjir. Ia memastikan sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan Cipto, Jalan Kartini, dan Jalan Wahidin akan diperbaiki secara bertahap dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Semua akan diperbaiki secara bertahap. Masyarakat diminta bersabar karena semuanya membutuhkan proses,” paparnya.

Menurutnya, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah dirasakan masyarakat, termasuk perbaikan Jalan Petratean dan pemasangan penerangan jalan umum di sejumlah titik Kota Cirebon.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas bantuan yang sudah diberikan untuk Kota Cirebon,” tutupnya. (***)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin