ELTV SATU || KUNINGAN – Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Pengembangan kompetensi tetap menjadi prioritas sebagai fondasi menghadirkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM, Iis Risnawati, S.E., Kamis (6/8/2026).
Menurut Beni, perubahan lingkungan pemerintahan yang semakin dinamis serta percepatan transformasi digital menuntut ASN tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kompetensi, inovasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
“Pengembangan kompetensi ASN merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. ASN harus mampu menguasai teknologi, berinovasi, serta memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan kompetensi menjadi kebutuhan strategis karena didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), hingga penguatan sistem merit dalam manajemen ASN.
Menurutnya, tanpa peningkatan kompetensi yang terencana akan muncul competency gap atau kesenjangan kemampuan yang berpotensi menghambat efektivitas organisasi dan menempatkan ASN pada jabatan yang tidak sesuai dengan kapasitasnya.


















