ELTV SATU || KUNINGAN – Isu keretakan hubungan antara Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani kembali mencuat di tengah dinamika politik menjelang Pemilu 2029. Namun, isu tersebut ditepis tegas oleh H. Agus Ebreg, salah seorang tim juru kampanye pasangan DIRAHMATI.
Saat ditemui di Stadion Mashud Wisnu Saputra, Sabtu (22/8/2026), di sela-sela pertandingan babak delapan besar Piala Bupati Cup, Agus menegaskan bahwa hubungan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan hingga saat ini tetap harmonis.
“Kalau dikaitkan dengan harmonisasi di DIRAHMATI, saya pastikan masih harmonis dan tidak ada keretakan,” tegas Agus.
Menurutnya, perbedaan pandangan menjelang kontestasi politik 2029 merupakan hal yang wajar dalam dinamika demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keretakan antara Bupati Dian dan Wakil Bupati Tuti.
“Namanya menjelang 2029, kawan-kawan tentu punya pemikiran yang berbeda, dan itu sah-sah saja. Tetapi kalau dikaitkan dengan hubungan Bupati dan Wakil Bupati, saya pastikan tetap harmonis,” ujarnya.
Agus bahkan menyampaikan optimismenya bahwa pasangan DIRAHMATI berpotensi kembali berlanjut pada Pilkada 2029.
“Sebagai mantan juru kampanye, saya berharap DIRAHMATI jilid II insyaallah terjadi,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini Bupati dan Wakil Bupati masih fokus menjalankan pemerintahan serta merealisasikan 10 program prioritas DIRAHMATI agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Bupati dan Wakil Bupati sekarang fokus bagaimana 10 program DIRAHMATI berjalan dengan baik dan dirasakan rakyat. Keduanya juga fokus membangun Kuningan,” jelasnya.
Agus menilai kondisi Kabupaten Kuningan secara bertahap mulai menunjukkan perkembangan positif, termasuk dari sisi pemulihan ekonomi dan keuangan daerah. Karena itu, menurutnya, perhatian pemerintah saat ini diarahkan pada pembangunan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan infrastruktur jalan, baik di wilayah pedesaan, perkotaan maupun kawasan wisata.
“Sekarang fokusnya bagaimana pembangunan jalan bisa mendukung roda ekonomi, baik di sektor pedesaan, kota maupun wisata. Pembangunan mulai dilakukan dari tingkat paling bawah atau grass root,” ungkapnya.


















