ELTV SATU || KUNINGAN – Bencana angin kencang disertai hujan es menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan pada Senin (2/11/2026). Dampaknya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, pohon tumbang, hingga kebakaran akibat sambaran petir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan langsung bergerak melakukan penanganan dan pendataan dampak bencana. Hingga Selasa (3/11/2026), proses inventarisasi kerusakan masih berlangsung untuk memastikan seluruh dampak terdata secara menyeluruh.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP., mengatakan laporan kejadian angin kencang mulai diterima sekitar pukul 14.30 WIB. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi terdampak, termasuk kawasan depan Puskesmas Luragung, tempat sejumlah pohon tumbang menimpa pagar dan bangunan.
“Setelah laporan masuk, petugas langsung melakukan penanganan di lapangan. Pendataan terus dilakukan sejak sore hingga sekitar pukul 23.00 WIB, dengan Pusdalops turun langsung untuk menginventarisasi dampak kejadian,” ungkap Indra saat ditemui di SMPN 1 Luragung, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan data sementara, bencana angin kencang melanda sejumlah desa di Kecamatan Luragung, Cidahu, Ciwaru, Cibingbin, Cilimus, serta Cimahi yang terdampak kejadian cuaca ekstrem berupa sambaran petir hingga memicu kebakaran.
Di Kecamatan Luragung, tercatat lima desa terdampak. Sementara di Kecamatan Cidahu, terdapat dua desa terdampak, termasuk Desa Legok yang mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap bangunan.
BPBD juga melakukan pendataan kerusakan di SMPN 1 Luragung, Desa Sindangsuka, Luragung Landeuh, Margasari, dan Luragung Tonggo. Tingkat kerusakan bangunan saat ini masih diklasifikasikan menjadi kategori ringan, sedang, dan berat.
“Data masih kami matangkan. Kami ingin memastikan tingkat kerusakan benar-benar teridentifikasi, sehingga penanganan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

















