“Ini amanah, peluang sekaligus tanggung jawab. Kawasan pertanian yang telah ditetapkan harus kita isi dengan produktivitas, inovasi, peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Wahyu.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kuningan juga menyerahkan bantuan pupuk kepada 300 petani ubi jalar. Bantuan itu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha tani, bukan sekadar pemberian sarana produksi.
Efektivitas demplot juga dirasakan petani. Bangun, petani asal Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, menyebut produktivitas ubi jalar di wilayahnya meningkat dari sekitar 3,5 ton menjadi 6,3 ton per 100 bata setelah menerapkan pola budidaya dan pemupukan hasil demplot.
Menurutnya, peningkatan produksi ditentukan banyak faktor, mulai dari persiapan lahan, pH tanah, bibit, pemupukan, pengendalian hama hingga perawatan tanaman.
Namun, ia berharap dukungan pemerintah terhadap alat dan mesin pertanian ikut diperkuat. Pasalnya, luas lahan pertanian di wilayahnya mencapai ratusan hektare, sementara ketersediaan traktor masih terbatas.
Peluncuran GEMBOL diharapkan menjadi pintu masuk penguatan ekosistem ubi jalar Kuningan, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pengolahan hingga perluasan pasar.
Dian menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi petani, kelompok tani, penyuluh pertanian dan pemerintah agar sektor pertanian mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Dengan kerja sama dan kekompakan, saya yakin hasil pertanian kita bisa terus meningkat,” pungkasnya.(Heryanto)

















