Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Camat Cigugur Siapkan Ekosistem Maggot, Sampah Organik Dibidik Jadi Rupiah

23
×

Camat Cigugur Siapkan Ekosistem Maggot, Sampah Organik Dibidik Jadi Rupiah

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, mulai merancang ekosistem pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa dan kelurahan.

Camat Cigugur, Yono Rahmansah, mengatakan persoalan utama yang selama ini menghambat keberlanjutan budidaya maggot adalah pemasaran hasil produksi. Karena itu, pihaknya mempertemukan para penggiat maggot, kepala desa dan lurah, serta sejumlah unsur terkait dalam kegiatan di Arunika, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga :  Sunatan Massal Sindang Group, Wujud Kepedulian Nyata untuk Sesama

“Permasalahan krusialnya adalah pemasaran. Kami berupaya membangun ekosistem berkelanjutan agar sampah organik bisa diolah, maggot memiliki pasar, dan hasilnya memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Yono.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa alternatif yang tengah didorong. Pertama, membangun rantai ekonomi yang menghubungkan sampah organik dengan peternak maggot, kemudian hasil maggot dimanfaatkan sebagai pakan oleh peternak ikan dan ayam. Hasil peternakan selanjutnya dipasarkan, termasuk menjajaki keterkaitan dengan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga :  TPA Ciniru Akan Dimodernisasi, Kuningan Jadi Prioritas Program Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dalam skema tersebut, sisa makanan yang memungkinkan untuk diolah juga berpotensi dimanfaatkan kembali sebagai bahan budidaya maggot, dengan tetap memperhatikan kelayakan dan keamanan bahan.

Alternatif kedua adalah mengembangkan maggot kering untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Menurut Yono, peluang penyerapan oleh pembeli dari Jepang sempat dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun, peluang itu membutuhkan kapasitas produksi dalam jumlah besar hingga skala tonase.

Baca Juga :  Doa Almarhum Bunda Terjawab, Marbot Daskim Dapat Hadiah Umrah

“Kalau peluang pasar ini bisa direalisasikan, tentu menjadi kesempatan bagi peternak maggot. Karena itu, kita harus menyiapkan produksi dan pola kerja sama yang berkelanjutan,” katanya.

Alternatif ketiga ialah membangun ekosistem pemasaran secara mandiri melalui kolaborasi berbagai pihak. Ketiga opsi tersebut akan didorong agar budidaya maggot di desa dan kelurahan tidak kembali terhenti akibat kesulitan menjual hasil produksi.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin