Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Dapur MBG Menjamur, Pengelolaan Sampah Disorot: DLH Kuningan Dorong Mandiri, Pengawasan Diperketat

39
×

Dapur MBG Menjamur, Pengelolaan Sampah Disorot: DLH Kuningan Dorong Mandiri, Pengawasan Diperketat

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU ||| KUNINGAN — Pesatnya pertumbuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan mulai memunculkan persoalan baru, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan mengakui, baru sebagian kecil dapur MBG yang terpantau menjalin kerja sama resmi dalam pengelolaan limbah.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Kepala DLH Kuningan, Usep Sumirat, mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah dapur MBG yang bekerja sama langsung dengan DLH masih sangat terbatas.
“Tidak lebih dari enam dapur yang sudah bekerja sama dengan DLH. Selebihnya, saya dorong untuk mandiri,” ujarnya dalam wawancara, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga :  Ngopi Pagi Bersama Bupati Kuningan Sinergi Wilayah Menuju Kemandirian Desa

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan sistem pengelolaan sampah di tengah menjamurnya dapur MBG, terutama jika tidak diiringi pengawasan yang memadai.

“Mandiri Jadi Solusi, atau Bentuk Keterbatasan?

DLH memilih mendorong pola pengelolaan mandiri, dengan catatan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Namun di sisi lain, pendekatan ini juga mencerminkan keterbatasan kapasitas layanan pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah.
“Saya tidak memaksakan harus ke DLH, tapi prinsipnya satu: sampah jangan sampai dibuang sembarangan,” tegas Usep.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah di Desa Singkup Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Ia mempersilakan pengelola dapur MBG untuk mencari solusi sendiri, termasuk bekerja sama dengan BUMDes, pihak swasta, maupun kelompok masyarakat.
“Silakan bekerja sama dengan siapa saja. Yang penting sampahnya tertangani dengan baik,” katanya.

Namun tanpa sistem pengawasan yang kuat, skema mandiri berpotensi menimbulkan praktik pengelolaan yang tidak seragam, bahkan berisiko menyalahi aturan.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin