Ia menambahkan, persoalan stunting, pernikahan usia dini, kemiskinan, hingga rendahnya kualitas SDM membutuhkan kerja nyata dan pendampingan berkelanjutan dari para penyuluh KB di lapangan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesional, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC IPeKB Kabupaten Kuningan yang baru dilantik, Hj. Atin Nurhayatin, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat organisasi profesi penyuluh KB agar semakin adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ke depan kami akan memperkuat kapasitas anggota serta memperkuat sinergi lintas sektor agar pelayanan penyuluhan keluarga berencana semakin optimal,” katanya.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, H. Apip Ropi’i, menegaskan bahwa pembangunan keluarga menjadi salah satu pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penyuluh KB memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui edukasi, pendampingan, penggerakan, dan pemberdayaan keluarga.
Ia juga menyoroti sejumlah program prioritas Kemendukbangga/BKKBN seperti percepatan penurunan stunting, GENTING, TAMASYA, GATI, serta penguatan ketahanan keluarga dan lansia berdaya yang membutuhkan dukungan aktif seluruh penyuluh KB.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap IPeKB mampu menjadi organisasi yang semakin solid, inovatif, dan profesional dalam mendukung pembangunan keluarga harmonis dan berkualitas di Kabupaten Kuningan.(Heryanto)


















