Menurutnya, pembatasan terhadap dokumentasi bukan dimaksudkan untuk menghalangi kerja jurnalistik, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap prosesi yang sedang berlangsung.
Karena itu, Nana mengajak media dan seluruh pihak untuk saling memahami posisi masing-masing. Media tetap dapat menjalankan fungsi jurnalistiknya dengan tetap memperhatikan ketertiban dan kekhidmatan acara.
“Sangat penting, karena itu sudah diatur. Itu bagian dari pembangunan, ini tak lepas dari unsur…” tuturnya.
Di sisi lain, Nana juga mengajak masyarakat mendoakan agar penanganan kebakaran dan persoalan sampah di wilayah Kuningan dapat segera teratasi.
“Kuningan saat ini sedang berkabung masalah sampah. Mohon doanya semoga kondisi di sana, apinya bisa reda dan asapnya juga bisa hilang,” katanya.
Nana menambahkan, kelancaran seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan doa masyarakat.
Ia secara khusus mengapresiasi para jurnalis yang tetap hadir dan menjalankan tugas peliputan pada momentum peringatan kemerdekaan.
“Terima kasih kepada semuanya, wabilkhusus rekan media yang sudah senantiasa kita lihat bersama. Rekan-rekan sudah menunggu. Demi kemerdekaan, rekan-rekan bisa hadir. Sekali lagi buat rekan media, merdeka!” pungkasnya.(Heryanto)


















