ELTV SATU ||| KUNINGAN — Suasana tegang mewarnai audiensi ratusan warga Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Selasa (2/12/2025). Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Balai Desa, warga mendesak Kepala Desa Idi Wahidi untuk membuka secara transparan penggunaan Dana Desa (DD) selama tiga tahun kepemimpinannya.
Di tengah desakan itu, Idi Wahidi justru memilih meletakkan jabatannya. Keputusan tersebut ia sampaikan langsung melalui rekaman video berdurasi 22 detik yang kemudian beredar di media sosial.
“Hari ini, tanggal 2 Desember Tahun 2025, saya mengundurkan diri sebagai Kepala Desa Kalimanggis Kulon,” ujar Idi Wahidi dengan suara tegas dalam video tersebut. Ia tidak memberikan penjelasan detail terkait alasan di balik pengunduran dirinya. Namun, kuat dugaan keputusan itu dipicu tekanan dari audiensi warga yang menuntut keterbukaan realisasi Dana Desa Tahun Anggaran 2023, 2024, dan 2025.
Sebelum pernyataan mundur muncul, ratusan warga yang tergabung dalam Forum Warga Desa Kalimanggis Kulon mendatangi balai desa untuk meminta penjelasan terkait penggunaan anggaran dan program pembangunan yang dijanjikan. Mereka menyoroti sejumlah program fisik seperti pembangunan kios pasar, jembatan, serta jalan desa yang dianggap tidak jelas progresnya.
Audiensi berlangsung dalam penjagaan ketat aparat kepolisian, TNI, Satpol PP kecamatan, hingga Linmas desa. Aparat keamanan disiagakan baik di luar maupun di dalam balai desa untuk mengantisipasi potensi kericuhan. Hadir pula jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalimanggis Kulon yang turut menyaksikan jalannya dialog.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten mengenai langkah selanjutnya terkait kekosongan jabatan kepala desa pasca pengunduran diri Idi Wahidi. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar roda pemerintahan desa tetap berjalan dan proses klarifikasi terkait Dana Desa dapat dilanjutkan secara transparan. (***)


















