Dari total panjang 10 kilometer, sekitar 5 kilometer lahan telah berhasil dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui APBD dengan nilai sekitar Rp40,459 miliar. Sementara sisa pembebasan lahan membutuhkan anggaran sekitar Rp73 miliar, yang sebagian besar merupakan tanah milik pemerintah daerah dan tanah kas desa.
Untuk pembangunan fisik keseluruhan JLTS, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp407 miliar. Saat ini dokumen teknis berupa Detail Engineering Design (DED) telah melalui tahap review.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, H. Syaiful Huda, menyampaikan dukungan penuh agar pembangunan JLTS dapat segera direalisasikan. Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata baru di Jawa Barat yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai.
“Komisi V DPR RI mendukung penuh percepatan Jalan Lingkar Timur Selatan ini. Kuningan memiliki potensi luar biasa untuk berkembang menjadi daerah tujuan wisata. Jangan sampai pertumbuhan wisata lebih cepat dibandingkan kesiapan infrastrukturnya,” ujar H. Syaiful Huda.
Ia mendorong agar pembangunan ruas yang telah siap sepanjang sekitar 5 kilometer dapat segera dilakukan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD), sedangkan sisa pembangunan dapat diperjuangkan melalui skema SBSN tahun anggaran 2027–2029.
“Kita dorong yang sudah siap melalui IJD, sementara sisanya dipersiapkan untuk SBSN. Yang penting pembebasan lahan segera dituntaskan agar pembangunan tidak terhambat,” tegasnya.
Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Iqbal, menyampaikan bahwa terdapat dua peluang pembiayaan yang dapat digunakan untuk percepatan pembangunan JLTS, yakni melalui skema IJD maupun SBSN. Namun, kesiapan lahan menjadi syarat utama agar pembangunan dapat segera berjalan.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Komisi V DPR RI dan pemerintah pusat terhadap pembangunan JLTS. Menurutnya, keberadaan jalan tersebut akan menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan Cirebon, Kuningan, Ciamis hingga Banjar.
“Jalan Lingkar Timur Selatan akan menjadi jalur strategis yang mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, wisata, investasi, perdagangan, dan jasa di Kabupaten Kuningan. Kami optimistis jalan ini akan menjadi salah satu ikon baru pembangunan daerah,” ungkap Bupati.
Dengan dukungan lintas lembaga tersebut, pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan Kabupaten Kuningan diharapkan dapat segera terwujud dan menjadi kebanggaan masyarakat sebagai infrastruktur strategis yang membuka konektivitas baru serta memperkuat posisi Kuningan sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat.(Heryanto)


















