Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

PDI Perjuangan Soroti Dana Rp173,4 Miliar, Walkout Warnai Paripurna DPRD Majalengka

506
×

PDI Perjuangan Soroti Dana Rp173,4 Miliar, Walkout Warnai Paripurna DPRD Majalengka

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

Menurut H. Agus, dalam pengelolaan keuangan daerah, sikap diam justru lebih berisiko dibandingkan perbedaan pandangan. Kritik harus dimaknai sebagai bagian dari mekanisme checks and balances dalam demokrasi lokal.

Senada dengan itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Majalengka, H. Gugun Sugiana, membenarkan penjelasan yang disampaikan H. Agus Subagja.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

> “Benar, tiga anggota Fraksi PDI Perjuangan di Pansus 2 memang ikut menandatangani berita acara finalisasi dan kami sepakat Perda Nomor 5 Tahun 2014 dicabut,” ujar Gugun.

Baca Juga :  SMAN 1 Beber Menggelar Reuni Akbar Angkatan 1 sampai 34 Bertempat di Halaman Sekolah Dihadiri 150 Alumni

Namun demikian, Gugun menegaskan bahwa dalam rapat paripurna, Fraksi PDI Perjuangan secara tegas meminta dibukanya kembali ruang diskusi terkait penggunaan dana cadangan tersebut.

> “Kami menuntut kejelasan dana itu akan dialokasikan ke mana dan digunakan untuk apa saja. Materi yang dibacakan di paripurna, menurut keterangan anggota fraksi kami, belum merupakan kesepakatan antara Pansus 2 dan eksekutif. Bahkan yang dilaporkan di paripurna adalah usulan eksekutif, sementara pihak eksekutif sendiri tidak bersedia menandatangani usulan tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha 2026, Kuningan Perketat Pengawasan Hewan Kurban—“Kalung Sehat” Disiapkan, Waspadai Ancaman PMK

Gugun menambahkan, sikap walkout bukanlah penolakan tanpa dasar, melainkan alarm politik agar penggunaan dana Rp173,4 miliar benar-benar jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

> “Dana publik tidak cukup hanya sah secara prosedural, tetapi harus jelas secara tujuan. Perbedaan sikap semestinya dibaca sebagai penguatan demokrasi, bukan sebagai gangguan. Dalam konteks ini, justru kami menilai Bupati gagal memahami makna perbedaan sikap politik tersebut,” pungkas H. Agustinus Subagja

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin