Selain itu, Puskesmas Jalaksana juga memastikan dukungan kesehatan di tingkat desa tetap tersedia. Masker telah disiapkan, sementara bidan desa setempat disiagakan untuk memberikan pelayanan apabila sewaktu-waktu terdapat warga yang membutuhkan penanganan medis.
Yayat menuturkan, dirinya juga sempat turun langsung ke lokasi pada malam pertama kebakaran. Saat itu, api masih menyala dan sejumlah unsur terkait seperti kepolisian, pemadam kebakaran, BPBD, serta tim kesehatan berada di lokasi untuk melakukan penanganan.
“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada laporan masyarakat yang terdampak gangguan pernapasan akibat asap. Kami tetap waspada karena kondisi angin juga berubah-ubah,” ungkapnya.
Ia berharap kebakaran TPSA Ciniru segera dapat dipadamkan dan seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan diberikan kesehatan serta keselamatan.
“Kami berharap api cepat padam. Semoga seluruh tim yang bertugas, mulai dari pemadam kebakaran, BPBD, kepolisian hingga tim kesehatan, selalu diberikan keselamatan dan kesehatan. Yang paling penting, masyarakat sekitar jangan sampai terdampak,” pungkasnya.
Selain dampak asap, kebakaran juga berpotensi menimbulkan persoalan lain, terutama terkait aktivitas pembuangan sampah yang sementara terganggu karena akses menuju lokasi terdampak kebakaran. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.(Heryanto)


















