Sementara untuk pembebasan lahan, Dahlan menjelaskan proses pembayaran kepada pemilik tanah sudah berjalan sejak September. Perusahaan disebut melakukan pelunasan secara bertahap sekitar 3–4 bidang per hari kerja sambil menunggu proses persetujuan substansi (Persub).
“Kalau Persub sudah turun, perusahaan menyatakan siap melunasi seluruh bidang yang tersisa,” jelasnya.
Total lahan yang tengah dibebaskan disebut mencapai lebih dari 200 bidang. Dahlan berharap proses administrasi dan pembayaran segera tuntas sehingga pembangunan dapat berjalan lancar.
Ia juga mengaku mendapat desakan dari sebagian pemilik lahan agar pembayaran segera diselesaikan. Karena itu, pemerintah desa bersama tim fasilitator terus mendorong perusahaan mempercepat proses tersebut.
“Kami berharap semuanya segera selesai. Kalau pembayaran lancar dan pembangunan berjalan, yang mendapatkan manfaat bukan hanya Sindangbarang, tetapi masyarakat Kuningan secara luas,” pungkasnya.(Heryanto)

















