Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Mari Jaga Warisan Leluhur, Seren Taun Cigugur Jadi Pengingat Pentingnya Budaya, Alam, dan Persatuan

20
×

Mari Jaga Warisan Leluhur, Seren Taun Cigugur Jadi Pengingat Pentingnya Budaya, Alam, dan Persatuan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Semangat menjaga warisan budaya, merawat alam, dan memperkuat persatuan bangsa menggema dalam Puncak Upacara Adat Seren Taun Tahun 1957 Saka yang berlangsung di Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, Kabupaten Kuningan, Minggu (7/6/2026). Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini kembali menjadi ajakan nyata bagi seluruh masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya di tengah derasnya arus modernisasi.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah hadir mengikuti rangkaian prosesi adat yang sarat makna sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi sekaligus bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kehidupan, kebersamaan, dan keharmonisan dengan alam.
Puncak Seren Taun dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan RI I Made Dharma Suteja, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Ika Siti Rahmatika, S.E., Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, S.E., unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan, tokoh adat, tokoh budaya, serta berbagai perwakilan masyarakat dari sejumlah daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Pemkab Majalengka Komit Sukseskan Program Sekolah Rakyat Nasional

Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya sebagai fondasi kemajuan bangsa. Menurutnya, Seren Taun bukan sekadar tradisi panen, melainkan sebuah warisan nilai yang mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam, sesama manusia, dan Tuhan Yang Maha Esa.

“Seren Taun mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak bisa dipisahkan dari alam dan kebersamaan. Tanah, air, matahari, serta hubungan antar sesama merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Desa Cileuya Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Dusun Calingcing

Bupati menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak boleh membuat masyarakat tercerabut dari identitas budayanya. Ia mengibaratkan budaya sebagai akar yang menjaga sebuah bangsa tetap kokoh menghadapi perubahan zaman.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menjaga warisan leluhurnya. Karena itu, budaya harus terus dirawat, dikenalkan kepada generasi muda, dan dijadikan sumber inspirasi dalam membangun masa depan,” katanya.

Baca Juga :  Danramil 1702/Maja Hadiri Ziarah Kubur Mbah KH. Tubagus Latifudin di Desa Pageraji

Bupati juga menyampaikan kebanggaannya atas eksistensi Seren Taun yang kini telah menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Kuningan yang dikenal luas hingga tingkat nasional dan internasional. Ia berharap tradisi ini dapat terus berkembang sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen memasukkan Seren Taun ke dalam kalender budaya daerah sehingga mendapatkan dukungan berkelanjutan sebagai upaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat sektor pariwisata.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin