“Semua yang hadir dan terlibat supaya program ini berhasil sesuai instruksi Presiden,” ujarnya.
Dian menegaskan, pelaksanaan MBG tidak cukup hanya berorientasi pada penyaluran makanan, tetapi juga harus memastikan standar keamanan, kualitas, serta pengawasan berjalan dengan baik.
Karena itu, ia meminta jajaran terkait tidak pasif menunggu laporan, melainkan turun langsung melakukan pengecekan dan memastikan persoalan di lapangan segera mendapatkan penanganan.
Kasus di Ciwaru sebelumnya menjadi perhatian setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi MBG. Pemerintah daerah pun diminta memastikan penyebab kejadian tersebut dapat ditelusuri serta menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kuningan.
Bupati berharap langkah cepat dan terbuka dari seluruh pihak dapat menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program MBG tetap berjalan dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan penerima manfaat.(Heryanto)

















