ELTV SATU || KUNINGAN – Ketua Harian KONI Kabupaten Kuningan, H. Toto Suripto, membeberkan kronologi kebijakan fasilitasi cabang olahraga (cabor) bola basket pada Babak Kualifikasi (BK) hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Ia menegaskan, sejak awal KONI telah menyepakati bahwa cabor yang difasilitasi adalah peserta yang mampu menembus peringkat lima besar BK Porprov.
Hal tersebut disampaikan Toto saat wawancara di Kantor KONI Kuningan, Kamis (5/11/2026). Menurutnya, kesepakatan itu telah dibahas bersama seluruh cabor sebelum pelaksanaan BK Porprov.
Namun, setelah hasil kualifikasi dievaluasi, sejumlah cabor diketahui berada di luar lima besar, termasuk bola basket. Dari empat nomor yang dipertandingkan, yakni 5×5 putra-putri dan 3×3 putra-putri, tidak satu pun berhasil masuk peringkat lima besar. Bahkan, posisi terbaik berada di kisaran peringkat tujuh hingga sembilan.
Meski demikian, setelah menerima permohonan kelonggaran dari Perbasi dan melalui pembahasan internal, KONI akhirnya memberikan fasilitasi untuk dua nomor, yakni 5×5 putra dan 3×3 putri.
“Awalnya semua sepakat yang difasilitasi adalah peringkat satu sampai lima. Tetapi karena ada permohonan dari Perbasi, kami memberikan kelonggaran untuk satu tim 5×5 dan satu tim 3×3. Penentuan nomor yang diberangkatkan kami serahkan kepada Perbasi,” jelas Toto.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk kelonggaran, sebab secara prinsip hasil BK menjadi salah satu indikator kesiapan dan peluang prestasi di Porprov.
Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang partisipasi atau pertandingan persahabatan, melainkan kompetisi untuk mengejar prestasi dan medali. Karena itu, peringkat lima besar BK dinilai masih memiliki peluang untuk bersaing.
Terkait sorotan publik terhadap hasil tim basket putra 5×5 yang telah dua kali bertanding dan mengalami kekalahan dengan selisih poin cukup besar, Toto menjelaskan bahwa KONI pada dasarnya telah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi seluruh cabor hingga kompetisi selesai.

















