Menurutnya, momentum Hari Santri Nasional yang berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 harus menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat persatuan dan meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa.
Di tengah tantangan kemiskinan, pengangguran, dan peningkatan kualitas pendidikan, generasi muda, termasuk kalangan santri, diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai persoalan tersebut.
Bupati pun mendorong penguatan sinergi antara ulama, pemerintah, pemuda, dan masyarakat agar pesantren semakin berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Melalui kolaborasi dan semangat persatuan, santri diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah sekaligus berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, berkarakter, dan berkeadilan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Hari Santri Nasional bukan hanya milik kalangan pesantren, melainkan momentum seluruh masyarakat Indonesia untuk menghargai perjuangan santri dalam perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen bersama menuju masa depan yang lebih baik.(Heryanto)

















